Ujian Nasional (UN) 2020 Resmi Ditiadakan

DPR dan Kemendikbud sepakat Ujian Nasional (UN) SMP dan SMA tahun ajaran 2019/2020 resmi ditiadakan untuk melindungi siswa dari penularan COVID-19.

Avatar Written by Ahmad Ali Buni
· 1 min read >
UN 2020 Resmi Ditiadakan

JeparaUpdate.co – Setelah mengadakan rapat konsultasi yang dijalankan secara online, DPR dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sepakat bahwa pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP dan SMA tahun ajaran 2019/2020 resmi ditiadakan untuk melindungi siswa dari bahaya penyebaran dan penularan virus corona COVID-19.

Seperti yang dilansir dari Antara, Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda menerangkan bahwa kesepakatan tersebut didasarkan atas situasi dan kondisi terkini yang diakibatkan oleh penyebaran virus corona COVID-19 yang kian masif.

“Dari hasil rapat konsultasi DPR dan Kemendikbud, disepakati jika pelaksanaan UN SMP dan SMA ditiadakan, untuk melindungi siswa dari COVID-19,” ujar Syaiful Huda dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Sebelumnya, jadwal UN untuk SMA harusnya dilaksanakan pada 30 Maret, demikian dengan UN untuk SMP yang harus dijadwalkan paling lambat hingga akhir April mendatang. Pertimbangan lain terkait keputusan peniadaan UN ini juga dikarenakan atas prediksi (yang besar kemungkinannya) kalau pandemi ini akan terus berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

“Penyebaran wabah COVID-19 diprediksi akan terus berlangsung hingga April, jadi tidak mungkin kita memaksakan siswa untuk berkumpul melaksanakan UN di bawah ancaman wabah COVID-19 sehingga kami sepakat UN ditiadakan,” ujar Syamsul Huda.

Maka dari itu, Huda menambahkan dalam keterangannya bahwa saat ini Kemendikbud tengah mengkaji opsi pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sebagai pengganti UN. Namun demikian opsi ini hanya akan diambil jika pihak sekolah mampu menyelenggarakan USBN via daring (dalam jaringan).

“Kami sepakat bahwa opsi USBN ini hanya bisa dilakukan jika dilakukan secara daring, karena pada prinsipnya kami tidak ingin ada pengumpulan siswa secara fisik di gedung-gedung sekolah,” tegas Syamsul Huda.

Dan kalaupun USBN via daring ternyata tidak bisa direalisasikan, maka opsi terakhir yang akan diberlakukan adalah menggunakan metode kelulusan yang dilakukan dengan menimbang nilai kumulatif siswa selama belajar di sekolah.

“Jadi nanti pihak sekolah akan menimbang nilai kumulatif yang tercermin dari nilai rapor dalam menentukan kelulusan seorang siswa, karena semua kegiatan kurikuler atau ekstrakurikuler siswa terdokumentasi dari nilai rapor,” kata dia.

Ini berarti untuk tingkat SMA dan SMP penentuan kelulusan siswa akan ditentukan melalui nilai kumulatif mereka selama tiga tahun belajar. Begitu pula untuk siswa SD, kelulusan akan ditentukan dari nilai kumulatif mereka selama enam tahun belajar.

Written by Ahmad Ali Buni
"Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. Profile
Pengumuman Hasil SKD CPNS 2019

Pengumuman Hasil SKD CPNS 2019

Ahmad Ali Buni in Berita
  ·   1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *