Wisata

Pasar Karangrandu Jepara: Antara Budaya, Bisnis, Wisata dan Kampung Halaman

Ali Ahsan Al-Haris Written by Ali Ahsan Al-Haris
· 3 min read >

pecel horog-horog

JeparaUpdate.co – Kabupaten Jepara sudah lama dikenal dengan sebutan Kota Ukir; namun jangan salah, bahwa Kabupaten Jepara juga terkenal dengan wisata alam dan suguhan kulinernya.

Membahas kuliner di Jepara, tentu tidak akan luput membahas sebuah desa yang terkenal dengan lumbung padinya Jepara, siapa lagi jika bukan Desa Karangrandu yang terkenal dengan pasar sorenya: Pasar Sore Karangrandu.

Pasar Sore Karangrandu (PSK)

Saya tidak dapat memastikan kapan Pasar Sore Karangrandu mulai beroperasi; namun sejak saya sekolah diniyah sering melewati pasar yang kini dikenal dengan PSK (Pasar Sore Karangdu).

Saat itu keberadaan Pasar Sore Karangrandu masih berada di RT 2 RW 5, lebih tepatnya berada di deretan halaman rumah guru saya mengaji, Mbah Kyai Abdus Salam. Dimana sejak pertama kali beroperasi sudah sangat menarik bagi para pengunjung karena jam operasionalnya yang dimulai selepas shalat Ashar, berbeda dengan pasar mainstream yang ada di Kabupaten Jepara.

Setelah pemerintah Desa mendapatkan dana PPK, maka dana tersebut dibangunkan pasar di lahan yang dahulunya seingat saya adalah sawah, Pasar Sore Karangrandu kini berkembang menjadi pasar jajanan atau kuliner bagi warga desa saya.

Kontras sekali dengan Pasar Sore Karangrandu saat saya masih kecil, di mana dulunya banyak saya temui para bakul dan penjual sembako, kini perlahan bergeser dagangan berupa makanan tradisional siap saji. Terlebih para pedagang sengaja menyiapkan meja kursi untuk para tamu menikmati jajan tradisional yang saya yakin tidak akan meguras kantong anda.

Tempat Berburu Jajanan Khas Tradisional Jepara

jajanan khas pasar sore karangrandu jepara

Adapun makanan yang bisa kalian lihat jika berkunjung ke Pasar Sore Karangrandu di antaranya ada gethuk, pecel horog-horog, klepon ketan, bubur, klenyem, dll. Untuk lauk pauk dan sayuran bisa kita temukan pecel kangkung, pecel rumput laut, bothok petet, botok tahu, pepes ikan dan tentunya yang paling terkenal adalah, sate keong.

  Desa Karangrandu, Siap Bertransformasi Menjadi Desa Wisata?

Untuk minumannya ada banyak varian, dari mulai es cendol, es gempol pleret, es kacang ijo, es ketan ireng, es campur dan masih banyak lagi. Tentu saya tidak bisa menyebutkan satu persatu varian menu yang dijual para pedagang di Pasar Sore Karangrandu. Karena komplitnya makanan khas Jepara inilah yang menjadikan desa saya lahir menjadi salah satu daerah tujuan yang dulu saat saya sekolah dikenal dengan istilah JJS (jalan-jalan sore). warga kecamatan Pecangaan dan Jepara.

Sempat Menjadi Bahan Olok-olokan

Saya akui juga berkat adanya Pasar Sore Karangrandu, perundungan yang sempat saya alami waktu SMP mulai berkurang semenjak saya SMK. Saya juga masih heran kenapa kawan-kawan saya sekolah dulu senang mengolok-olok saya kalau Karangrandu adalah kampung bebek, kampung t*i, kampung helikopter (istilah kiasan yang dipakai untuk menyebut kakus yang menjorok di atas sungai)—kalau ini memang iya sih, tapi dulu.

Namun alhamdulillah, setelah saya SMK perundungan itu tidak terjadi lagi kepada saya, karena pada saat itu Pasar Sore Karangrandu memang sedang di genjot-genjotnya promosi dan tata kelola yang baik, atau mungkin karena SMK saya yang terlalu ndeso dan saya adalah warga Karangrandu yang mencatatkan nama pertama kali sebagai siswa yang terdaftar di SMK tersebut.

Saran Berkunjung

Jangan salah jika kebetulan kalian melipir ke Pasar Sore Karangrandu bertepatan dengan hari Ahad atau Jum’at melihat parkiran penuh sesak, banyak muda-mudi, keluarga dan para kolega yang sengaja ingin mencicipi lezatnya jajanan khas Jepara yang ada di sana.

pasar sore karangrandu jepara

Perlu saya informasikan juga mengapa hari Jum’at dan Ahad sore pengunjung Pasar Sore Karangrandu cukup ramai dipadati pengunjung: Alasan pertama tentu konsumen yang datang bukan hanya dari warga Karangrandu dan Kecamatan Pecangaan saja, melainkan dari berbagai Kecamatan dan bahkan dari luar Kabupaten Jepara.

Alasan kedua, beberapa pabrik-pabrik kayu di Jepara masih menerapkan sistem upah Kamisan (sistem gajian perminggu yang jatuh setiap hari Kamis), hal itu yang dimanfaatkan para istri untuk membelanjakan upah suaminya selama bekerja untuk nandon bahan baku.

  Asal Mula Tradisi Perang Obor dan Makna di Baliknya

Untuk alasan ketiga, sekaligus menjadi trend baru adalah padatnya pengunjung di awal bulan, hal ini dipengaruhi karena banyaknya migrasi pabrik yang masuk ke Jepara. Kepadatan pengunjung di Pasar Sore Karangrandu banyak dipenuhi para buruh pabrik yang merayakan sedikit upahnya untuk menikmati lezatnya makanan dan minuman di Pasar Sore Karangrandu. Sesuai teori pada umumnya, semakin tinggi pendapatan masyarakat, semakin tinggi penawaran di daerah tersebut.

Saya akui dalam segi fasilitas memang masih ada kekurangan, di antaranya toilet dan papan pengumuman (dulunya ada, sekarang gak tahu kemana). Kadang jika saya disuruh Ibunda saya belanja ke Pasar Sore Karangrandu dan ingin ke kamar kecil, saya harus lari terlebih dahulu ke rumah Mbak saya.

Untuk parkir, saya rasa sudah sangat layak dengan adanya lahan yang luas dan di dukung adanya juru parkir. Khusus warga Karangrandu tidak dikenakan biaya parkir, dan sebaliknya.

Nah, bagi anda yang ingin menikmati suasana Pasar Sore Karangrandu, ada sedikit pesan dari saya. Jikalau anda berencana datang di weekend, datanglah jam 14.00 WIB agar dapat menikmati semua hidangan yang ada di Pasar Sore Karangrandu.

Tidak perlu risau meninggalkan Shalat Ashar, karena di belakang pasar ada Musholla dan tentunya toilet. Tidak perlu menahan keinginan untuk kencing, karena bisa berakibat fatal bagi kesehatan anda.

Saran untuk Pihak Pemerintahan yang Bersangkutan

Selain itu, Pemerintah baik Daerah maupun Desa perlu bekerjasama dengan pihak swasta untuk menggenjot pengujung ke Pasar Sore Karangrandu. Misalnya dengan mengadakan event-event acara wisata/budaya yang dibalut dengan kuliner. Beberapa kali memang sudah dilakukan namun saya rasa kurang optimal, tentu hal ini bertujuan sebagai ajang promosi agar keberadaan Pasar Sore Karangrandu tetap dinikmati oleh para pembeli.

Semoga kesan indah dan bersahabat yang saya pakai ini dapat menghinggapi pembaca semua.

Jika kalian ke Jepara, tentu sangat tidak afdhol kiranya jika tidak melipir ke Pasar Sore Karangrandu.

Salam damai, salam Sate Keong.

Written by Ali Ahsan Al-Haris
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk (QS. 93:7) Profile

Wisata Pulau Komodo

Andreanus Gunawan in Wisata
  ·   3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *