Opini

Menguatkan Partisipasi Warga Karangrandu untuk Kemajuan Desa

Ali Ahsan Al-Haris Written by Ali Ahsan Al-Haris
· 1 min read >

JeparaUpdate.co – Partisipasi masyarakat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dari program pembangunan maupun pengembangan masyarakat pedesaan. Partisipasi masyarakat diperlukan untuk mewujudkan pembangunan desa yang sesuai dengan kebutuhan desa itu sendiri.

Partisipasi masyarakat bukan hanya melibatkan masyarakat dalam pembuatan keputusan di setiap program pembangunan, namun masyarakat juga dilibatkan dalam mengidentifikasi masalah dan potensi yang ada di masyarakat. Tanpa adanya partisipasi masyarakat, setiap kegiatan pembangunan akan gagal.

Demikian juga halnya terkait dengan partisipasi masyarakat terhadap penggunaan dan pengelolaan dana desa, keterlibatan ini penting agar penggunaan dan pengelolaannya bisa lebih tepat sasaran dan manfaatnya akan lebih mengena dengan kepentingan riil masyarakat.

Jika masyarakat minim bahkan enggan terlibat dalam penggunaan dan pengelolaan dana desa, hal ini akan berpengaruh terhadap dukungan masyarakat terhadap program yang akan dijalankan menggunakan dana desa. Sederhananya, itu sama saja mengkhianati persyaratan dalam pengelolaan dana desa yang telah di atur dalam undang-undang no. 23 tahun 2014 di mana sudah mengatur tentang bagaimana mengelola dan menggunakan dan desa.

Namun bukan dari sisi masyarakat saja yang harus berpartisipasi. Peran pemerintah desa, pendamping desa dan kelompok kerja (POKJA) untuk mendorong masyarakat berpartisipasi harus terus dilakukan terus menerus. Kedua elemen ini wajib berjalan beriringan sebagai sebuah sistem pengendalian kebijakan, sehingga upaya pembangunan desa bisa berkelanjutan dan mandiri secara ekonomi, politik, berkarakter dan berbudaya dapat tercapai.

Perlu diketahui oleh semua, membangun desa itu bukan hanya sekedar fisik semata. Padahal sebagai masyarakat desa, kita memiliki modal sosial yakni kekuatan masyarakat desa dalam memperkuat, memberdayakan, menggerakkan pembangunan dan turut berpartisipasi sebagai kekuatan sosial kita. Membangun desa bukan hanya artian fisik, melainkan manusianya juga.

  Selamat Hari Anak Nasional 2019

Pemerintah Joko Widodo empat tahun terakhir ini giat membangun infrastruktur, sehingga ke depan investasi paling nyata adalah pada otak/neuron masyarakat Indonesia. Pemerintah harus cepat menanggapi hal ini, karena ke depan kesenjangan yang muncul tidak karena orang terlalu miskin, melainkan hanya segelintir orang yang produktif.

Contoh nyata yang terjadi di Desa Karangrandu, mesin pertanian banyak dikuasai oleh pemilik modal sehingga ketika panen sudah tidak lagi memerlukan pacul dan puluhan orang untuk ngedos. Di sini lah letak investasi otak menjadi sangat vital.

Seperti halnya tulisan-tulisan saya sebelumnya, peran BUMDES sangat penting untuk didorong keberadaannya, pemerintah Desa Karangrandu dapat menjalin kerjasama dengan lembaga riset perguruan tinggi seperti UNISNU atau UNDIP untuk berkolaborasi dengan Desa Karangrandu.

Salah satu langkah konkrit langkah Pemerintah Desa Karangrandu adalah dengan memberi beasiswa anak desa yang memiliki prestasi dengan dana BUMDES, inilah pentingnya investasi SDM. Keuntungan yang masuk ke BUMDES, selain untuk pengembangan usaha, dipakai juga untuk beasiswa.

Harapan adanya partisipasi masyarakat dan peran pemerintah desa untuk selalu mendorong kerjasama yang baik sangat diharapkan adanya, semoga saja harapan tersebut segera terlaksana. Bukan malah bersembunyi di balik pernyataan “aku ingin Desa ku seperti ini saja, mengalir alami, asri dan hijau,” padahal kita tahu bahwa itu hanya mental tidak ingin maju berkedok moralis.

Written by Ali Ahsan Al-Haris
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk (QS. 93:7) Profile
Selamat Hari Anak Nasional 2019

Selamat Hari Anak Nasional 2019

Ahmad Ali Buni in Opini
  ·   1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *