Mensyukuri Hidup, dari Hilal Fahmi Siswa SLB Jepara

Ali Ahsan Al-Haris Written by Ali Ahsan Al-Haris
· 3 min read >

mensyukuri hidup

Bagaimana perjuangan seorang Ibu membesarkan anaknya yang berkebutuhan khusus di tengah maraknya kasus bullying?

Hai Para Tukang Bullying ….

Karena sekarang zamannya gawai murah, bayangkan ketika kalian sedang bermain gawai dengan mudahnya, ada anak-anak di luar sana yang berkebutuhan khusus harus memahami betul dengan menghabiskan waktu berjam-jam lamanya hanya untuk memahami apa yang mereka tekan.

Saat saya, anak-anak, dan keluarga kalian begitu mudahnya belajar di sekolah, ada anak-anak yang berkebutuhan khusus kerap harus belajar memaknai dan memahami setiap huruf demi huruf yang gurunya ucapkan.

Saat musim liburan tiba, kita dengan senang hati dan berbahagia menikmati pemandangan indah tanpa tahu banyak di luar sana ada banyak anak berkebutuhan khusus yang merasakan rasa menyakitkan karena rentannya kesehatan mereka.

Saat saya, atau kalian dapat dengan mudah bergaul dan menjalin pertemanan dengan kawan baru, banyak anak berkebutuhan khusus di luar sana yang ketakutan menjalin perkawanan dengan orang-orang asing.

Hai Para Tukang Bullying ….

Hidupku, anak-anakmu, keluargamu, mungkin mudah. Terlahir sehat, tumbuh sempurna, kita bisa sekolah, dapat bermain sesuka hati, menikmati lezatnya makanan, dapat kuliah dan bekerja.

Hai, sadarilah di saat kita menikmati hal tersebut. Banyak anak-anak berkebutuhan khusus mengalami hal sebaliknya. Rasa sakit, malu, fisik yang tidak sempurna, sulitnya berkomunikasi, bersekolah di tempat khusus, tidak bisa kuliah. Apalagi mendapatkan pekerjaan.

Hai Para Tukang Bullying ….

Saya ingin kalian mengenal anak berkebutuhan khusus. Mari kita berimajnasi sejenak, lihatlah diri kalian, dengan hidupmu yang berkecukupan, fisik yang sempurna … dan pada suatu hari saat istrimu akan melahirkan, tiba-tiba dokter memberitahu jika anakmu, darah dagingmu sendiri yang kau tunggu-tunggu itu mengalami kelainan genetik, istilah aneh yang seumur hidupmu belum pernah kalian dengar seperti Childhood Disitegratiive Disorder, Pervasive Developmental Disorder Not Otherwise Specified, Rett’s Syndrome, atau Sindrom Asperger. Bagaimana? Sudah pernah dengar istilah-istilah ini? Di mana akibat kelainan tersebut, banyak anak berkebutuhan khusus mengalami pertumbuhan fisik dan mental yang tidak selazimnya anak-anak normal.

Saya mengenal istilah tilik bayi, momen yang sangat membahagiakan bagi para orangtua untuk merayakan kelahiran buah hatinya bersama keluarga besar dan para koleganya. Tapi bagaimana jika momen yang bahagia ini anak-anak kalian dalam dua bahkan satu bulan pertama menjadi pelanggan ICU karena kondisi fisik buah hatimu yang di ujung tanduk kehidupan?

Hai Para Tukang Bullying ….

Jika orangtuamu, atau kalian sendiri yang dengan bangga dan sibuk mengumbar foto buah hatinya ke sosial media karena dalam usia satu tahun sudah dapat berjalan, mengeja Kalimat-Kalimat Tauhid … ada banyak orangtua di luar sana yang menangis histeris dalam sepertiga malam memohon ke Tuhan Pemilik Semesta Alam agar anaknya dapat berjalan normal, pintar mengeja kata-kata agamis dan tentu mengenal suara orangtuanya sendiri.

Saat para orangtua dapat pamer kepada tetangga karena buah hatinya dapat mengucapkan kata Bapak, Ibuk, Allah, saat usia satu tahun, ada banyak anak berkebutuhan khusus yang berjuang keras mengeja suku kata menjadi kata bermakna. Bicara adalah perjuangan yang sangat berat.

Jika anak-anakmu memiliki wajah yang normal, banyak para orangtua di luar sana mendapati anaknya memiliki wajah yang sangat khas kelainan genetik. Dari mulai bentuk mata dan hidung yang tidak biasa.

Jika anak-anak kalian dengan mudah mempercayai orang-orang di lingkunganmu, banyak orangtua di luar sana yang anaknya belajar membangun kepercayaan itu.

Hidup keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus sangat penuh drama dan air mata. Saya doakan para pembaca artikel ini memiliki keluarga yang normal dan sehat wal afiyat.

Jika tulisan sederhana ini tidak membuat para pembaca cukup yakin dengan apa yang keluarga dengan anak berkebutuhan khusus jalani. Kalian dapat menghubungi saya, dan akan senang hati saya mengajak kalian berwisata rasa syukur. Saya akan mengajak kalian sehari penuh ke Sekolah Luar Biasa di Kabupaten Jepara. Saya akan dengan senang hati menjadi tour guide kalian selama di SLB Jepara.

Hai Para Tukang Bullying ….

Bersyukurlah dengan kehidupan normal dan kemudahan hidup yang kalian jalani. Saya sangat berharap kalian tidak menggunakan kenormalan hidup kalian untuk merusak hidup para adik-adik yang kalian anggap sebagai “tidak normal”.

Adik-adik yang kamu bully, bila benar dia autis, perlu perjuangan besar untuk berkonsentrasi dan belajar. Itupun dapat mereka capai setelah menjalani berbagai metode terapi.

Adik-adik yang berkebutuhan khusus, seperti adik autis yang sering kamu bully itu, kerap belajar berjalan dengan muka tetap tegak saat banyak orang melayangkan pandangan kasihan atau penghinaan kepadanya.

Jika kalian melihat adik-adik berkebutuhan seperti ini dapat bersepeda, bermain gim online, belanja ke pasar meski membawa catatan belanja dari ibunya, ikut membantu menyapu dan mengepel lantai rumah atau duduk sopan di musholla dan ikut shalat berjamaah. Percayalah, sumpah kalian harus percaya bahwa banyak proses yang adik-adik ini lakukan dalam hidupnya, berjuang dengan keras agar hidup seperti orang normal.

Jadi, saya ganti bertanya pada kalian, adilkah jika para orangtua dan adik-adik yang telah berjuang sekeras ini hidupnya mengalami bullying?

Bullying kalian hanya membuat adik-adik berkebutuhan khusus, saya dan para orangtua sedih. Kami yang tiap hari menjadi saksi hidup bagaimana para adik-adik ini berjuang untuk tetap hidup dan merayakan hidup dengan segala kekurangan yang para adik-adik dan orangtuanya miliki.

Kalian tahu, kami sangat bahagia melihat adik-adik berkebutuhan khusus dapat tumbuh dan berkembang. Rasa bahagia kami dengan melihat senyumnya yang mengembang saat dapat melakukan sesuatu yang baru meski itu terlambat di anak seusianya. Terlebih kami akan sangat bahagia jika adik-adik berkebutuhan khusus diterima lingkungan, meski masih banyak para orang-orang yang memandang hal tersebut sebagai cela.

stop bullying

Hai Para Tukang Bullying ….

Saya doakan hidupmu bahagia, dilancarkan rezeki dan semua yang kalian inginkan.

Salam damai. Salam dari Hilal Fahmi yang kini sudah bisa naik sepeda motor.

Written by Ali Ahsan Al-Haris
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk (QS. 93:7) Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *