Edukasi

Kritik Atas Feminis Liberal

Pemikiran-pemikiran para feminis beraliran feminis liberal menuai banyak kritik dari berbagai ahli juga. Dalam buku Feminist Thought (Tong:2005)

aliftlkh Written by aliftlkh
· 1 min read >

Pemikiran-pemikiran para feminis beraliran feminis liberal menuai banyak kritik dari berbagai ahli juga. Dalam buku Feminist Thought (Tong:2005), Ada 3 kritik yang muncul untuk para feminis liberal:

3 Kritik Atas Feminis Liberal

1. Perempuan Seperti Laki-laki

Kritik satu, Dapatkah Perempuan Menjadi seperti laki-laki? Apakah perempuan menginginkannya? Apakah perempuan menginginkannya.

Jean Bethke Elshtain, seorang teoris politik menyebutkan 3 kesalahan utama dari feminis liberal:

  1. (1) klaimnya bahwa perempuan dapat menjadi seperti laki-laki jika mereka menset pikirannya untuk itu
  2. (2) klaimnya bahwa kebanyakan perempuan ingin menjadi seperti laki-laki
  3. (3) klaimnya bahwa semua perempuan seharusnya ingin menjadi seperti laki-laki, dan meninggikat nilai-nilai maskulin.

Elshtain mengklaim bahwa feminis liberal menolak untuk memikirkan kemungkinan perbedaan seksial sebagai sesuatu yang ditentukan secara biologis.

Menurut Elshtain

Perempuan tidak bisa menjadi laki-laki, dan para feminis liberal berusaha untuk menjadikan perempuan seperti laki-laki.

Perempuan semestinya daripada saling didorong untuk meniru perilaku tradisional seorang laki-laki yang berhasil, yang mneghabiskan minimalnya di rumah dan maksimalnya di kantor, perempuan seharusnya bekerja menuju masyarakat yang di dalamnya laki-laki dan perempuan mempunyai waktu yang sama untuk dihabiskan bersama teman dan keluarga, serta untuk partner dan kolega profesional.

2. Otonomi Semata

Kritik dua, Perempuan tidak hidup dengan nalar dan otonomi semata

Seperti halnya Elshtain, dalam Tong (2005:56) Alison Jaggar mengkritisi feminis liberal mengenai diri. Menurut Jaggar, Feminis Liberal mengkonsepsi Diri sebagai agen yang rasinal dan otonom, yaitu diri laki-laki.

Menyadari bahwa idak setiap orang dapat memahami mengapa rasionalitas dan otonom adalah laki-laki, Jaggar secara teliti menjelaskan pendapatnya. Ia menunjukan bahwa karena deminis liberal menempatkan “Keistimewaan” manusia pada rasionalitas dan otonomi manusia, keduanya disebut sebagai dualis normatif.

Menurut Jaggar, kepatuhan deminisme liberal terhadap dualisme normatif adalah problematik, bukan saja karena hal itu menggiring kepada devaluasi kegiatan dan fungsi ragawi, tetapi jga karena pemikiran seperti itu menggiring kepada solipsisme dan skeptisme politik.

3. Rasis, Klasis, dan Heteroseksis

Kritik tiga, Feminis Liberal sebagai Rasis, Klasis, dan Heteroseksis

Angela Davis berpendapat bahwa apa yang ditulis Betty Friedan dana Feminine Mystique, masuk akal baginya untuk menggambarkan peran “Ibu Rumah Tangga” sebagai opresif, dimana audiensnya memanglah perempuan-perempuan yang menderitas masalah psikologis dalam kehidupannya sebagai ibu rumah tangga.

Hal ini tidak berlaku bagi perempuan-perempuan kulit hitam pada masa itu. Dimana bagi perempuan-perempuan ini, bekerja di rumah mereka adalah hal yang membebaskan mereka, daripada bekerja di rumah-rumah orang kulit putih.

Banyak perempuan kulit hitam yang akan sangat berbahagia menukarkan mereka dengan kehidupan suburban, kelas menengah kulit putih dengan sangat antusias, dan bergembira karena punya banyak waktu untuk memanjakan diri dan keluarganya.

Written by aliftlkh
Still in a journey to finding Nemo Profile

Feminis Liberal

aliftlkh in Edukasi
  ·   1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *