Kemarau di Jepara Tahun ini Lebih Parah dari Tahun Lalu

jeparaupdate.co – Di Jawa Tengah, beberapa daerah diprediksi mengalami kemarau dengan lama waktu yang berbeda-beda. Seperti daerah yang masuk dalam cakupan dataran...

Avatar Written by Ahmad Ali Buni
· 1 min read >
perkiraan kemarau 2019 di jawa tengah

jeparaupdate.co – Di Jawa Tengah, beberapa daerah diprediksi mengalami kemarau dengan lama waktu yang berbeda-beda. Seperti daerah yang masuk dalam cakupan dataran tinggi Dieng misalnya, di daerah tersebut diprediksi mengalami kemarau selama 4 bulan.

Hal ini jelas berbeda sekali dengan Jepara yang panjang musim kemaraunya diprediksi berlangsung hingga 7 bulan. Selengkapnya bisa di lihat pada gambar yang dirilis oleh BPBD Kabupaten Jepara berikut:

perkiraan kemarau 2019 di jawa tengah

Pada pertengahan bulan lalu (Juni), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara telah memprediksi luasan zona kekeringan yang diakibatkan oleh kemarau panjang tahun ini (2019) lebih luas jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2018).

Kepala BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Nor Isdiyanto, menuturkan bahwa tahun ini terdapat 37 desa di Jepara yang diperkirakan terkena dampak kekeringan. Angka perkiraan ini lebih besar jika dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 16 desa yang terdampak kekeringan.

Pemetaan dampak kekeringan ini didasarkan pada prakiraan musim kemarau 2019, yang puncaknya terjadi pada Agustus 2019 dengan luasan zona musim sekitar 81,5 persen.

Hingga awal Juli (10/07/2019) kemarin, Arwin mengutarakan ada tiga desa yang mengalami kesulitan air bersih. Yakni Desa Raguklampitan Kecamatan Batealit, Desa Blimbingrejo Kecamatan Nalumsari, dan Desa Plajan Kecamatan Pakis Aji.

“Ketiga desa tersebut sudah lapor dan kami lakukan droping air,” tutur Arwin.

Ia juga memastikan bahwa ketersediaan air untuk droping ke beberapa wilayah masih cukup untuk mengantisipasi kekeringan yang diperkirakan puncaknya terjadi pada Agustus mendatang. “Agustus diperkirakan puncaknya. Tapi prinsipnya Jepara siap mengatasi kekeringan tahun ini,” tandas Arwin.

Himbuan

Dampak paling parah yang disebabkan oleh kemarau yang berkepanjangan adalah bencana kekeringan yang dapat berakibat pada gagal panen dan kelangkaan persediaan air bersih. Oleh karena hal itu, ada baiknya jika kita melakukan beberapa langkah antisipasi untuk melewati musim kemarau tahun ini, antara lain seperti:

  • Menghindari pemakaian air secara berlebihan.
  • Segera melapor dan meminta bantuan ke pihak yang berwenang jika persediaan air sudah mulai langka.
  • Menyiapkan bak penampungan air bersih.
Written by Ahmad Ali Buni
"Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *