Kebakaran Hutan dan Lahan Kian Meluas, Riau Darurat!

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau semakin meluas. Dampak yang ditimbulkan pun semakin Parah.

Avatar Written by Ahmad Ali Buni
· 1 min read >

JeparaUpdate.co – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau semakin meluas. Dampak yang ditimbulkan pun semakin Parah.

Hingga Selasa 10 September 2019, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru telah merilis sebaran titik api (hotspot) masih banyak terdapat di Riau. Sebaran titik panas tersebut terdapat di 90 lokasi pada level confidence 70%.

Karhutla Riau

Dari data yang diungkapkan oleh Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Jim Gafur, luas hutan dan lahan yang terbakar di Riau sejak 1 Januari hingga 9 September 2019 mencapai 6.464 hektar.

Titik panas paling banyak terdapat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dengan jumlah 43 lokasi. Selanjutnya titik panas ada di Kabupaten Pelalawan 18, Indragiri Hulu (Inhu) 10, Rohil 9, Kampar 5, Bengkalis 2.

Jim juga menegaskan bahwa pemadaman karhutla akan terus dilakukan oleh tim satgas darat, yakni TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan dibantu beberapa perusahaan swasta. Jumlah personel yang terlibat mencapai empat sampai lima ribu orang, yang setiap harinya berjibaku memadamkan api tanpa libur. Kemudian, kita saat ini masih ada dua heli water bombing yang beroperasi.

Jim juga menjelaskan, meski jumlah personel yang turun ke lapangan saat ini sudah terhitung mencukupi, akan tetapi terdapat beberapa titik api yang tidak bisa dijangkau oleh petugas.

“Kendalanya banyak sekali. Mulai dari minimnya sumber air, akses ke lokasi jauh dan ditambah cuaca panas. Bahkan ada petugas yang ke lokasi menggunakan perahu, yakni di Desa Pulau Helan, Inhil. Jadi titik api yang tidak bisa dijangkau, kita menggunakan heli water bombing,” tutur Jim.

 

Kendala Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau

Selain itu juga terdapat beberapa kendala lainnya, seperti petugas juga ada yang harus berhadapan dengan hewan buas, seperti harimau, beruang hingga buaya.

“Seperti di Desa Pulau Gelang, Inhu, petugas pernah menjumpai harimau, beruang dan buaya. Karena pemadaman (karhutla) dekat dengan (Suaka Margasatwa) Kerumutan. Jadi, untuk memadamkan titik api ini tidak mudah. Petugas harus bertaruh nyawa,” kata Jim.

Di sisi lain, kebakaran parah ini juga telah memicu munculnya kabut asap yang hampir merata menyelimuti bumi Lancang Kuning itu. Bahkan, asap yang ditimbulkan dari karhutla di Riau ini sampai ter-ekspor hingga ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Kabut Asap Riau

Wilayah yang paling parah diselimuti asap saat ini ada di Kabupaten Inhu, dengan jarak pandang rata-rata hanya sampai 800 meter. Sedangkan di Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau, jarak pandang hanya tembus 1 Km. Kondisi ini lebih parah jika dibandingkan sehari sebelumnya yang mana jarak pandang masih tembus hingga 1,5 km.

Di Kabupaten Pelalawan, jarak pandang 1,5 Km dan Dumai terpaut 200 Km arah utara dari Pekanbaru jarak pandang 3 Km. Ke empat wilayah ini statusnya diselimuti asap.

Dan perlu untuk digarisbawahi, bahwa kabut asap ini bukan hanya imbas dari karhutla yang terjadi di Riau sendiri. Akan tetapi, sebagian kabut asap tersebut merupakan asap kiriman dari karhutla yang juga tengah terjadi di Jambi.

“Berdasarkan pantauan BMKG, arah angin dari Jambi ke Riau. Ini yang membuat kita cukup khawatir apabila kebakaran di daerah selatan Riau tidak tertanggulangi, maka asapnya akan terus masuk ke Riau,” tandas Jim.

Written by Ahmad Ali Buni
"Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. Profile

One Reply to “Kebakaran Hutan dan Lahan Kian Meluas, Riau Darurat!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *