Desa Karangrandu, Siap Bertransformasi Menjadi Desa Wisata?

Ali Ahsan Al-Haris Written by Ali Ahsan Al-Haris
· 2 min read >

Desa Karangrandu siap bertransformasi menjadi desa wisata baru

JeparaUpdate.co – Mayoritas orang Indonesia mengenal Kabupaten Jepara sebagai tanah kelahiran Raden Ajeng Kartini dan pusatnya seni ukir. Akan tetapi, Jepara juga tidak kalah bersaing dengan daerah-daerah lain seperti Bandung, Dieng dan Malang yang terkenal dengan wisata alamnya.

Beberapa tahun belakangan ini wisata alam di Kabupaten Jepara, terlebih desa-desa wisata yang potensial untuk dikembangkan, terus digenjot oleh Pemerintah Kabupaten Jepara yang bekerjasama dengan swasta dan warga desanya sendiri. Belakangan juga, beberapa desa di Jepara memang menjadi perhatian banyak wisatawan lokal maupun luar Provinsi Jawa Tengah.

Sebut saja seperti Desa Tempur dengan Bukit Bejaganya, Desa Clering dengan Bukit Kapur beserta danaunya yang eksotis, Desa Bulu dengan adanya Pantai Kartini, Desa Bategede yang terkenal dengan hutan wisata pinusnya, Desa Ujungwatu dengan Goa Tritip yang mengangumkan, Desa Kunir dengan spot Selfie Gardu Pandang Bukit Jehan yang sangat elok dipandang mata, Dukuh Papasan dengan Air terjun Gembongnya yang menyegarkan dan tentu Karimunjawa dengan ke eksotisan laut dan hutan mangrovenya.

Dengan pemandangan alamnya yang menawan, desa-desa tersebut kini menjadi primadona para wisatawan lokal Jepara, luar Provinsi Jawa Tengah bahkan mancanegara untuk dikunjungi. Kemajuan desa tersebut dapat terwujud dengan adanya peran masyarakat dan pemerintah yang saling bahu membahu demi Jepara yang lebih baik dan dikenal dengan wisata alamnya.

Jika desa wisata di Jepara banyak menonjolkan pemandangan alamnya yang terletak di kawasan gunung dan pantai. Desa Karangrandu yang memiliki potensi pertanian dan peternakan yang cukup besar, sangat afdhol jika potensi tersebut dapat menjadikan Desa Karangrandu menjadi desa wisata baru di Kabupaten Jepara.

Adanya Pasar Sore Karangrandu (PSK), luasnya lahan sawah dan kampung Njali sebagai pusat peternakan kerbau, dapat menjadi bahan diskursus Pemerintah Desa Karangrandu untuk memulai menjadi desa wisata baru di Kabupaten Jepara. Sawah, peternakan, tegalan dan Pasar Sore Karangrandu dapat dikelola Pemerintah Desa secara professional sebagai alat untuk mendatangkan pengunjung dan wisatawan dari luar Jepara agar betah berlama-lama dan tidak bosan untuk datang kedua kali.

Pengelolaan yang perlu dilakukan pertama kali diantaranya adalah menghimpun para pedagang PSK yang menjajakan makanan khas Jepara, pengrajin lokal, pemilik ternak, kelompok tani dan tokoh adat. Beberapa sektor tersebut, akan ditunjang dengan penggunaan media sosial untuk memasarkan bahwa Desa Karangrandu memiliki potensi wisata alam yang mendidik.

Usulan Program Paket Wisata Desa Karangrandu

Adanya Dana Desa dari pemerintah pusat, dapat dipergunakan pemerintah Desa Karangrandu untuk membuka jasa travel/paket wisata yang nantinya dinaungi oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Karangrandu. Paket wisata yang ditawarkan oleh pengelola ke wisatawan dapat berupa program:

1. Sehari Menjadi Petani

Program ini akan menyajikan proses penanaman padi dari semai, perawatan, panen, penjemuran, penggilingan sampai menjadi beras. Program semacam ini akan begitu menarik untuk wisatawan yang berdomisili di kota-kota besar maupun sebagai lokasi studi banding para petani-petani padi di lain daerah Jepara.

2. Sehari Menjadi Peternak Kerbau

Kampung Njali yang sampai hari ini menjadi pusat peternakan kerbau, dapat menjadi lahan potensial untuk mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah. Pemerintah desa dan pengelola, nantinya dapat membuat program ke wisatawan untuk mengenalkan lebih dekat bagaimana proses menggembalakan kerbau dari mulai pemberian pakan dan vitamin.

Sungai Karangrandu yang biasa digunakan para penggembala untuk memandikan kerbau miliknya, dapat menjadi daya tarik spesial karena nantinya para wisatawan akan berkontribusi juga dalam memandikan kerbau-kerbau para penggembala. Selain itu, pengelola dapat mengenalkan ke wisatawan bagaimana kotoran ternak kerbau ini diolah menjadi kompos, dll.

3. Penjamuan Wisatawan Lewat Jajanan Tradisional Pasar Sore Karangrandu (PSK)

Fungsi dari dihimpunnya para pedagang asli warga Desa Karangrandu, adalah untuk menjamu para tamu wisatawan yang datang. Para pengelola dapat membagi pedagang mana saja yang dapat berkontribusi dalam program ini.

4. Oleh-oleh Khas Jepara

Tidak lengkap rasanya jika berwisata tanpa membawa oleh-oleh khas dari daerah tersebut. Pengelola dapat memberdayakan para warga Desa Karangrandu untuk membuat kerajinan seperti ukir, asbak, kaos, tenun, beras hasil panen dari sawah bengkok desa, gethuk goreng, kaligrafi, dll. Pusat pembuatan kerajinan dan makanan ini juga dapat dimanfaatkan oleh pengelola untuk mengajak para wisatawan yang datang di Desa Karangrandu berkunjung langsung ke tempat produksinya.

Diatas adalah beberapa contoh terobosan yang dapat dipergunakan oleh Pemerintah Desa Karangrandu. Hal tersebut tentu dapat berkembang lebih besar, tergantung dengan sumberdaya manusia, sarana prasana dan semangat Pemerintah Desa Karangrandu sendiri. Sebagai bahan pertimbangan, Pemerintah Desa Karangrandu dapat membaca tulisan saya yang membahas tentang organisasi pemuda menjadi kader desa.

Sebagai penutup, pada pertengahan tahun 2017 saya bermain ke rumah seorang kawan di Kabupaten Blitar. Rumah kawan ini bersebelahan dengan Balai Desa, saat itu tidak sengaja saya mendengar seorang Doktor dari salah satu Universitas di Malang memaparkan hasil dari program penelitiannya perihal desa wisata. Karena penasaran, saya bertanya langsung ke kawan saya bentuk program yang forum sebelah bicarakan.

Sore harinya, saya bersama kawan ini mengunjungi salah satu spot wisata “Peternakan Ayam” di desanya. Dengan mata kepala saya sendiri, para wisatawan itu sangat antusias mendengarkan tour guide menjelaskan bagaimana budidaya ayam pedaging yang benar dan higienis. Kata kawan saya, spot peternakan ayam ini satu dari delapan spot program desa wisata, para wisatawan rela membayar demi menimba ilmu dan berwisata.

Nah, kalau desa ini bisa, mengapa Desa Karangrandu tidak? Batinku.

Written by Ali Ahsan Al-Haris
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk (QS. 93:7) Profile

One Reply to “Desa Karangrandu, Siap Bertransformasi Menjadi Desa Wisata?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *