Berita

Ketika Presiden Marah Artinya….

Bossman Mardigu Written by Bossman Mardigu · 3 min read >

Jepara UpdateVideo pak Jokowi nguamuk kenceng kepada para menteri 18 juni 2020 yang 10 hari kemudian video baru di buka ke publik, membuat banyak orang timbul simpatinya kepada pak presiden dan MEMBENARKAN memang banyak menteri kabinet kali ini yang tidak kredibel letoi lemah syawat prestasinya.

Kita tahu semua bahwa bernegara yang benar adalah hasilnya : rakyat sejahtera, bahagia dan sehat. Saat ini, masih jauh utopia itu. Untuk mencapai ketiganya maka masyarakat harus menimbulkan enzim endorphin yang banyak dimana enzim itu bisa timbul kalau rakyatnya bahagia penuh senyum dan tawa.

Kalau enzim kortisol yang muncul, merupakan enzim perusak jiwa karena muncul di akibatkan kemarahan, kebencian dan kekecewaan maka bagaimana negara indonesia menjadi negara yang berdaulat kalau yang muncul di banyak masyarakat enzim perusak?

Untuk menjadikan negara berdaulat, rakyat sejahtera, bahagia dan sehat yang menimbulkan endorphine maka pilar bernegara rakyat harus bermanfaat secara ekonomi, manfaat secara kemanusiaan dan manfaat atas kedaulatan wilayah negara dari segala macam kepentingan asing.

Jadi kepada pak presiden agar kedepan bapak tidak perlu repot repot marah marah lagi, sebaiknya aktifkan SESDALOPBANG – sekertaris ( kabinet) pengendalian operasional pembangunan seperti dulu di bawah pak Solichin GP, fungsi kontrol kinerja para menteri dan kementrian. Seperti irjen di setiap departemen, maka sesdalopbang adalah controler dan penyemprit menteri yang tidak perform.

Lalu sekali lagi mengenai pilihan team kabinet dan pejabat teras kemarin.

Ada sebuah komen yang menarik dari pengamat kebijakan bernegara negara tetanggga yang pernah berkomunikasi dengan saya di awal pelantikan kabinet pak jokowi jilid dua ini yang menunjuk menteri kebanyakan dari kalangan “silver spoon & golden plater”.

Mereka anak orang kaya ataupun orang kaya yang hidupnya penuh nikmat makan di piring emas dan sendok perak.

Tidak salah, namun kekayaan tersering melenakan KESEJATIAN RASA. Sementara manusia sejati itu harus punya SADAR RASA terhadap orang yang sering susah, berat perjuangan hidupnya, faham apa itu arti kata LAPAR, berat MENANGGUNG HUTANG, susahnya MENCARI SESUAP NASI YANG HALAL, apakah semua pejabat punya rasa ini?

Berat kalau hilang nya rasa lapar, gelisah, susah dalam diri seseorang untuk mengerti sense of crisis. Kalau kita ambil filosofi manusia secara budaya jawa ada kata SEJATINE SUKMA SEJATI IKU SEJATINE ROSO.

Dasar ruh manusia yang sempurna ketika kita MENGENAL SUKMA SEJATI, yaitu RASA.

Sense of crisis adalah kemampuan merasakan krisis. Kegelisahan rakyat yang lapar.

Bagaimana para pejabat tahu apa itu lapar sementara mereka tidurnya di kasur yang empuk, makan-nya di golden plater dan silver spoon?, orang di sekelilingnya sugih gih gih walau ngak tahu duit dari mana sumbernya, tiap hari ngumpulnya hanya dengan mereka yang dapat data dari media sosial dan media mainstraim alias data umum yang banyak di manipulasi menjadi tidak nyata. Bagaimana bisa pejabat tadi mengenal rasa krisis?

Bagaimana rasa krisis itu ADA kalau data didapat telah di seleksi dulu memakai protokol kementrian? Ya ngak ada RASANYA lagi datanya.

Atau berkunjung ke lokasi yang sudah di siapkan dan diseleksi sehingga datanya bukan data yang benar. Pertanyaan sederhana, kapan kalian bersentuhan dengan manusia kebanyakan yang lapar, yang bingung listrik naik biayanya, yang bingung di pajaki sana sini, ya kami kami ini, manusia pada umumnya??!!!

Rutininitas dokumen di kantor kementrian bisa melalaikan RASA KEMANUSIAAN. Wajarkah hal itu? Sangat wajar.

Namun kalau kita sebagai pejabat mengenal apa itu arti perjuangan hidup, apa itu artinya beratnya mencari makan setiap harinya, maka self defence anda akan muncul ide brilian untuk membantu rakyat.

Percaya saya, kalau anda memang punya RASA, maka instrumen Illahi akan bekerja dengan alami membantu anda. Kalau anda pejabat tidak bisa mendengar merasakan instrumen Illahi tadi, anda SUDAH MATI RASA, anda bukan manusia lagi. Anda menjadi buas, bengis, dan hilang rasa kemanusiaannya.

Maka pasti self defencenya bukan solusi tetapi MENYALAHKAN SELAIN DIRINYA. Alias yang salah diluar dirinya!!!!!. Itulah manusia kalau sudah hilang RASA. Manusia yang mulai panik.

Sungguh, Manusia sejati memakai RASA.

Sekarang yuk kalian MERASAKAN, apakah kehadiran kalian sebagai pejabat teras di kabinet ini sudah membantu kepentingan masyarakat banyak? sudahkah rakyat senang?

Kalau belum? Adakah program setiap departemen anda setahun kedepan, 2 tahun kedepan sampai jabatan politik anda berakhir?

Kalau belum ada yang jenius, solutif programnya untuk saat ini, dan tahun tahun kedepan, jantan saja… MUNDUR!!!!!

Kalau kalian tidak berani, tidak jantan, jangan salahkan kalian akan mendengar terus dengungan ketidak nyamanan dari masyarakat dan kalian hidupnya menjadi tidak enak, tidak nyaman, gelisah terus.

Ada ilustrasi sederhana mengenai RASA.

Ingin rumah anda penuh dengan kemarahan kegelisahan bertengkar di rumah tangga anda? Gampang.

Pasang polisi tidur di tengah jalanan depan rumah anda. Yang tinggi, 2 kalau perlu.

Semakin banyak kendaraan yang lewat rumah anda semakin bubrah getaran yang akan anda terima setiap menitnya.

Karena vibrasi orang yang melewati polisi tidur tadi TIDAK NYAMAN, KESEL bahkan MARAH. Pastinya rumah anda yang di depannya yang paling mendapatkan pengaruhnya.

Rumah tadi akan penuh dengan stres, depresi, tekanan dan kemarahan.

Begitu juga bagi pejabat yang tidak mampu tapi tidak mau MUNDUR, departemen ada, masyarakat, bawahan anda akan mengerutu, memberikan vibrasi negatif dan hidup anda kan penuh dengan penderitaan. Persis seperti anda pasang polisi tidur dua buah depan rumah anda.

Sebaiknya, kalau tidak mampu, ya MUNDUR segera, jangan sampai di mundurkan . anda mentalnya malah rusak nantinya. Mundur diri sendiri lebih anggun. Dengan mundurnya beberapa menteri yang jujur juga pejabat lingkar istana lainnya hal ini akan membuat pak presiden mudah kerjanya kedepan.

Kepada sahabat pejabat negara indonesia yang saat ini sedang menjabat, selamat merenung selamat menemukan sukma sejati dalam diri, selamat menikmati RASA. #peace

Created Content by Bossman Mardigu

Written by Bossman Mardigu
Ilmu saya itu sangat sedikit dan kampungan. Kalian yang muda-muda, harus hati-hati dengan tulisan dan videoa saya. jangan telan mentah-mentah. Belajarlah juga lebh banyak dari ribuan literasi lain. Profile

Indonesia JUARA 2030

Bossman Mardigu in Berita
  ·   2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *