Festival Barikan Kubro 2019 Bukan Sekedar Atraksi Pariwisata

Avatar Written by Ahmad Ali Buni
· 1 min read >
Festival Barikan Kubro Karimunjawa 2019
Foto by @DFMTangkilisa

JeparaUpdate.co – Barikan atau yang lebih dikenal dengan Festival Barikan Kubro bukan sekadar atraksi pariwisata Karimunjawa maupun acara yang diadakan oleh pemerintah.

Mengutip dari akun twitter Travel Jepara, Barikan Kubro merupakan ekspresi cinta warga Kepulauan Karimunjawa dan kidung pujian kepada Semesta.

Barikan

Tradisi

Tradisi Barikan ini sudah dilakukan oleh masyarakat Karimunjawa secara turun temurun sebagai wujud syukur segenap masyarakat Desa Karimunjawa (Jepara) atas berkah hasil bumi dan laut yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Arakan Tumpeng Barikan Kubro Karimunjawa
Foto by @jambrong_karjaw

Acara Barikan ini dilakukan dengan mengarak satu tumpeng besar ke pelabuhan ikan Karimunjawa, dan mengarak delapan tumpeng lainnya ke tengah alun-alun Karimunjawa. Tumpeng yang dibuat untuk acara Barikan ini tidak hanya berisi makanan dan hasil bumi lainnya, tetapi juga berisi berbagai makanan hasil laut karena masyarakat Karimunjawa umumnya menggantungkan hidupnya dari hasil bumi dan laut.

Di sisi lain, Barikan juga dapat diartikan sebagai upacara untuk tolak bala. Masyarakat Karimunjawa meyakini bahwa makanan yang berada di tumpeng yang mereka arak, yang berisi berbagai hasil bumi dan laut, bisa membawa berkah bagi siapa saja yang mendapatkannya.

Tumpeng Barikan Kubro Karimunjawa
Foto by @jambrong_karjaw

Namun, yang paling dinanti dan jadi rebutan para warga tiap tahunnya adalah kacang hijau dan garam yang ada di puncak tumpeng yang disebut-sebut dapat menolak bala. Dan karena jumlahnya yang terbatas, tidak heran jika para warga akan berkerumun dan saling berebut untuk mendapatkan kacang hijau dan garam tersebut—salah satu hal membuat acara ini semakin seru dan ramai.

*Tambahan: Garam dan kacang hijau yang didapatkan dari tumpeng tersebut nantinya akan disebar di sekeliling rumah untuk tolak balak.

Maksud dan Harapan

Selain sebagai wujud syukur, Barikan dimaksudkan untuk menyambut datangnya musim baratan. Yakni musim ombak dan angin kencang. Lewat barikan ini, diharapkan warga Karimunjawa selalu diberi keselamatan selama musim baratan dan limpahan rezeki baik dari hasil bumi maupun lautnya.

Acara Barikan ini juga bertujuan untuk lebih memperkenalkan Wisata Budaya Karimunjawa sebagai potensi pariwisata Pulau Karimunjawa. Karena hingga saat ini, sektor pariwisata Karimunjawa masih mengandalkan potensi alamnya.

Di samping itu, tradisi Barikan merupakan wadah atau media berbagi kepada sesama makhluk hidup yang ada di Karimunjawa. Dan tidak hanya terbatas pada sekelompok golongan saja, Festival Barikan Kubro ini bersifat terbuka dan tiap tahunnya telah diikuti oleh sejumlah suku dan etnis yang ada di sana. Jadi sekaligus menjadi media untuk menjaga kerukunan warga.

Festival Barikan Karimunjawa 2019

Tahun ini, Festival Barikan Kubro akan diselenggarakan pada tanggal 1 – 5 September 2019 di Desa Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara.

Festival Barikan Kubro 2019 diawali dengan penanaman bakau bersama Balai Taman Nasional Karimunjawa. Tidak hanya itu saja, pada festival tahun ini akan digelar berbagai lokakarya bagi warga lokal namun juga bisa diikuti oleh para wisatawan seperti: Batik, Ukir Kayu Limbah, Pengolahan Jambu Mete, Seni Dekor, Fotografi dan Videografi, dan Seni Melayani Tamu.

Seperti yang telah dilakukan setiap tahunnya, puncak upacara Barikan Kubro terletak pada prosesi arak-arakan tumpeng. Saat pucuk tumpeng raksasa dilempar ke laut, di mana kekayaan bumi berkelindan dengan kelimpahan lautan, simbol bersatunya unsur-unsur alam: Tanah dan air di bawah langit yang sama.

Written by Ahmad Ali Buni
"Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. Profile

Wisata Pulau Komodo

Andreanus Gunawan in Wisata
  ·   3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *