Edukasi

Feminis Liberal

Pemikiran politis liberal mempunyai konsepsi atas sifat manusia, yang menempatkan keunikan kita sebagai manusia dalam kapasitas kita untuk bernalar...

aliftlkh Written by aliftlkh
· 1 min read >

Mengenal Aliran-Aliran Feminisme


Pada masa ini dimana banyak orang menuntut untuk adanya kesetaraan gender untuk menyetarakan kedudukan antara laki-laki perempuan terus diserukan utnuk mendapakan kesetaraan gender.

Gerakan-gerakan feminis tidak dimulai pada masa ini saja, namun gerakan ini sudah mulai bergerak sejak abad 18 di Amerika. Tidak hanya itu, Feminisme sendiri memiliki keragaman berpikir, yang menyebabkan banyaknya aliran feminis muncul.

Untuk pertama yang akan dibahas adalah pemikiran-pemikiran feminis aliran Feminis Liberal.

Rosemary Putnam Tong

Rosemary Putnam Tong (2010:15) menuliskan bahwa Alison Jaggar, dalam Feminist Politics and Human Nature, mengamati bahwa pemikiran politis liberal mempunyai konsepsi atas sifat manusia, yang menempatkan keunikan kita sebagai manusia dalam kapasitas kita untuk bernalar.

Hal inilah yang membuat manusia menjadi unik karena memiliki kemampuan bernalar yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya.

Menurut Tong

Kaum liberal mencoba untuk mendefiniskan nalar dalam berbagai cara, dan menekankan aspek moral atau aspek prudensial. Menurut kaum iberal, “Hak” harus diberikan sebagai prioritas di atas “Kebaikan”.

Mary Wollstonecraft

Dalam aliran feminis liberal banyak tokoh yang menyuarakan pendapatnya, diantaranya adalah Mary Wollstonecraft dan Betty Friedan, Mary Wollstonecraft (dalam Tong 2005) yang berargumen bahwa jika laki-laki dan perempuan disimpan dalam sangkar yang sama seperti perempuan dikurung, laki-lakipun akan mengembangkan sifat yang sama seperti perempuan.

Sifat dasar

Sifat dasar dari sifat maskulinitas maupun feminitas dibentuk atas dasar nalar mereka. Karena nalar perempuan dibentuk dengan hipersensitivitas, narsisme yang ekstrem, dan pemanjaan diri yang berlebih-lebihan. Tidak mengherankan pula perempuan menjadi sangat emosional.

Sejalan dengan pemikiran Betty Friedan dalam bukunya The Feminime Mystique yang berpendapat bahwa perempuan dipaksa untuk memenuhi Feminitasnya untuk menjadi perempuan yang seutuhnya. Perempuan dipaksa untuk menjadi sama dengan perempuan lainnya dengan menjadi perempuan yang feminim.

Dampak!

Hal ini berdampak pada penilaian masyarakat terhadap perempuan. Dimana jika perempuan tidak mampu memenuhi feminitasnya dan menjadi berbeda dari perempuan lainnya, maka anggapan yang muncul adalah bahwa perempuan itu bukanlah perempuan yang baik. Perempuan yang baik, sudah semestinya memenuhi feminitasnya.

Dalam pandangan para feminis liberal, perempuan dipaksakan untuk tidak bisa memilih atas peran yang mereka inginkan. Dalam pembentukan sifatnya perempuan dipaksa untuk dibentuk menjadi feminim. Hal inilah yang membuat perempuan tidak mampu mengembangkan kapasitas nalar mereka sebagaimana laki-laki.

Feminis liberal menekankan pada kebebasan perempuan untuk memilih peran mereka di dalam masyarakat dan menjadi apapun yang mereka inginkan.

Permasalahan

Permasalahan-permasalahan yang mucnul pada perempuan di ranah publik, dan juga anggapan perempuan terlalu emosional ketika turun ke ranah publik adalah dikarenakan perempuan tidak memiliki kebebasan untuk mengembangkan kapasitas nalar mereka dan menjadi tidak setara dengan laki-laki.

Written by aliftlkh
Still in a journey to finding Nemo Profile

Kritik Atas Feminis Liberal

aliftlkh in Edukasi
  ·   1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *