Mengenal COVID-19: Apa itu ODP, PDP, & Suspek?

Demi kebaikan bersama, ada baiknya jika kita mengenal apa itu COVID-19 serta memahami beberapa istilah yang muncul, seperti apa itu ODP, PDP,...

Avatar Written by Ahmad Ali Buni
· 2 min read >
Mengenal COVID-19 Apa itu ODP, PDP, & Suspek

jeparaupdate.coDalam kasus Coronavirus (COVID-19) yang disebabkan oleh SARS-COV-2 di Indonesia sendiri telah memunculkan beberapa istilah yang kerap menimbulkan kebingungan pada sebagian pasien dan masyarakat pada umumnya.

Untuk beberapa alasan demi kebaikan bersama, ada baiknya jika kita mengenal apa itu COVID-19, serta beberapa memahami beberapa istilah yang muncul dalam kasus pandemi ini.

Mengenal Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)

Apa itu COVID-19?

Corona Virus Disease 2019 atau yang disingkat COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona dari jenis SARS-CoV-2. Penderita COVID-19 umumnya dapat mengalami gejala demam, batuk kering, dan kesulitan bernafas.

Apakah COVID-19 menular?

YA! Virus jenis ini merupakan jenis virus yang mudah sekali menular—berkaca dari merebahnya wabah ini di hampir seluruh belahan dunia.

Pada dasarnya, infeksi COVID-19 dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui percikan cairan (droplet) yang keluar dari saluran pernapasan yang umumnya dihasilkan saat subjek batuk atau bersin. Jarak jangkauan dari droplet ini biasanya dapat menjangkau hingga 1 meter (atau lebih).

Yang perlu untuk diketahui juga adalah bahwa droplet ini bisa menempel pada benda mati, tergantung pada suhu, kelembaban, dan permukaan benda. Waktu dari paparan virus hingga timbulnya gejala klinis antara 1-14 hari dengan rata-rata 5 hari.

Oleh karena itu, demi tujuan untuk kebaikan bersama dan sebagai upaya pencegahan, orang yang sedang sakit (atau jika Anda akan berinteraksi dengan orang yang sakit) diwajibkan memakai masker guna meminimalisir penyebaran droplet. Selain itu juga perlu untuk melakukan beberapa upaya pencegahan lainnya, seperti menjaga daya tahan tubuh, sering mencuci tangan dengan benar, dan melakukan social distancing dengan tetap di rumah untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Arti Istilah ODP, PDP, dan Suspek dalam kasus COVID-19

Yang paling sering kita jumpai, di antaranya terdapat istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Suspek (Suspect) dan sebagainya, yang pada dasarnya memiliki kriteria cukup banyak.

Untuk mengetahui apa perbedaan dari ketiga istilah tersebut, berikut ini kami paparkan penjelasan definisi ketiga istilah tersebut berdasarkan yang tercantum di buku Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kementerian Kesehatan RI yang telah direvisi dua kali, dengan edisi ketiga terbit pada tanggal 16 Maret 2020—yang secara sederhananya adalah seperti berikut:

Apa itu Orang Dalam Pemantauan (ODP)?

Orang dalam Pemantauan (ODP) adalah orang dengan gejala demam (lebih dari 38°C) atau ada riwayat demam atau ISPA tanpa Pneumonia, dan memiliki riwayat perjalanan ke Negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

Apa itu Pasien Dalam Pengawasan (PDP)?

Pasien dalam Pengawasan (PDP) adalah orang yang mengalami gejala demam (lebih dari 38°C) atau riwayat demam, ISPA dan Pneumonia ringan hingga berat, serta memiliki riwayat perjalanan ke Negara terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam 14 hari terakhir.

Suspek (Suspect)

Suspek (Suspect) adalah istilah yang diberikan kepada orang yang diduga kuat terinfeksi COVID-19. Yaitu merujuk pada dia yang memiliki riwayat bepergian ke negara terjangkit COVID-19 atau melakukan kontak dengan pasien positif.

Orang yang terindikasi sebagai Suspek harus menjalani pemeriksaan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui dia positif terinfeksi COVID-19 atau tidak.

Cara Mencegah COVID-19

Tindakan pencegahan untuk mengurangi kemungkinan infeksi antara lain adalah dengan tetap berada di rumah, tidak bepergian dan beraktivitas di tempat umum, tidak datang atau membuat kerumunan, sering mencuci tangan dengan benar, tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang tidak steril.

Dan sebagai upaya tambahan untuk melindungi diri serta mencegah penularan dan penyebaran COVIF-19, kita semua bisa menerapkan beberapa kebiasaan berikut

  • Menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga.
  • Tidak meludah sembarangan, serta menerapkan etika batuk atau bersin (dengan menutup mulut dan hidung dengan lengan).
  • Sering mencuci tangan dengan benar.
  • Menggunakan masker jika Anda sakit atau sedang berinteraksi dengan orang sakit, dan segera ke fasilitas kesehatan terdekat jika merasa sedang sakit maupun ketika mengalami gejala-gejala umum COVID-19.
  • Bersihkan benda yang sering disentuh dengan desinfektan.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang tidak bersih atau steril.
  • Tidak pergi keluar atau berinteraksi dengan seseorang jika tidak ada hajat yang mendesak betul.
  • Melakukan Social Distancing dengan sebisa mungkin TETAP DI RUMAH!

Untuk saat ini, jiwa solidaritas kita sedang diuji, sisi humanis kita sedang dipertaruhkan. Bisa bertahan atau tidaknya kita semua dari perang melawan pandemi ini tergantung pada kepedulian kita terhadap sesama. Bersama kita kuat. Bersama kita bisa.

*Note: Segera hubungi Hotline COVID-19 jika Anda mengalami gejala atau memiliki riwayat perjalanan/berpergian dari Negara yang terjangkit.


Karena mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.
Tetap semangat! Kita bisa melewatinya bersama.

Written by Ahmad Ali Buni
"Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. Profile
Pengumuman Hasil SKD CPNS 2019

Pengumuman Hasil SKD CPNS 2019

Ahmad Ali Buni in Berita
  ·   1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *