Kemarau Panjang, Jokowi Minta Jajarannya Antisipasi Dampak Kekeringan

Avatar Written by Ahmad Ali Buni
· 1 min read >

jokowi minta antisipasi dampak kekeringan akibat kemarau panjang 2019

jeparaupdate.co – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh jajaran pemerintahan untuk mengantisipasi bencana kekeringan. Hal ini didasarkan pada laporan BMKG yang menyampaikan musim kemarau tahun 2019 diprediksi akan lebih lama dengan puncaknya pada Agustus sampai September mendatang.

Dari yang dilaporkan oleh BMKG, sampai saat ini sudah terdapat beberapa daerah yang mengalami 21 hari tanpa hujan yang berstatus waspada, 31 hari tanpa hujan yang berstatus siaga, dan 61 hari tanpa hujan yang berstatus awas.

Daerah-daerah yang sudah mengalami musim kemarau panjang itu antara lain adalah daerah-daerah yang berada di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Bali, NTB dan NTT.

Presiden Jokowi meminta seluruh jajarannya untuk memantau langsung dampak kekeringan yang sudah dirasakan masyarakat di Indonesia.

“Karena itulah, saya meminta seluruh jajaran pemerintah untuk melakukan antisipasi dan mengambil langkah-langkah mitigasi terhadap dampak kekeringan ini. Para menteri, kepala lembaga, dan gubernur hendaknya turun melihat langsung ke lapangan,” ujar Presiden.

Presiden juga mengimbau dilakukannya pemantauan pasokan air, baik air bersih maupun untuk pertanian, agar suplai air tetap terjaga dan risiko gagal panen bisa dihindari. “Kalau perlu kita lakukan modifikasi cuaca, dan membangun sumur-sumur bor,” imbau Presiden.

Wabil khusus, Presiden Jokowi memerintahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLKH) untuk memantau dan mengendalikan potensi titik-titik panas yang bisa muncul di beberapa daerah. Karena selain ancaman kekeringan, hal lain yang harus diwaspadai saat kemarau panjang adalah kebakaran hutan dan lahan gambut (Karhutla).

“Saya berharap agar kebakaran hutan dan kebakaran lahan gambut bisa kita antisipasi dan kita hindari,” tandas Presiden.

Seperti yang kita tahu, sebagian besar kasus Karhutla terjadi pada musim kemarau, dan beliau ingin agar hal tersebut bisa diantisipasi.

Bahkan, pada 9 Juli lalu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo, menyatakan telah ada lima provinsi yang menetapkan status siaga darurat Karhutla. Lima provinsi tersebut antara lain Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Written by Ahmad Ali Buni
"Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *