Sejarah

Monumen 3 Tokoh Putri Pejuang Jepara

Daftar Isi tutup Kenapa harus dijadikan monumen? 3 sosok Pahlawan Wanita Jepara Ratu Shima Ratu Kalinyamat R.A. Kartini MUI Sempat Haramkan Patung...

Avatar Written by Jepara Update
· 3 min read >

Monumen “3 Putri Jepara” – Diantara seribu waktu, selalu tumbuh kecup mekar bagai wangi bunga, inilah negeri dengan hamparan kemilau zamrud khatulistiwa, di sini, tumbuh kembang bunga bangsa, pengharum taman-taman indah di bumi Jepara:

Dialah Shima “Sang Pembeda” dengan keadilannya,

Dialah Kalinyamat “Sang Srikandi” dengan patriotisme,

Dialah Kartini “Sang Pencerah” dengan pelita ilmu dan pembuka tabir harkat kaum wanita.

Wahai ibu, kami anak-anakmu sepakat tidak akan memutus “mata rantai perjuanganmu” dan kami sepakat membuka belenggu “pasung romantisme” kejayaan itu. Kami, anak-anakmu, memohon kepada Yang Maha Esa untuk memindahkan “cahaya itu” ke dada-dada kami, sehingga kami mampu meneladani jejak tapakmu, sampai Tuhan Yang Maha Esa berkenan memberkahi bumi yang kami pijak ini.

(DR. Subroto, SE. MM.)

Diresmikan pada hari ibu 2016

PLT. Bupati jepara

(Dr. Ir Ihwan Sudrajat, MM.)

Halo warga masyarakat Jepara, ini dia kabar baik yang pastinya telah ditunggu-tunggu oleh semua orang termasuk penulis, yaitu tentang perkembangan kota kita tercinta ini, Bumi Kartini Jepara.

Saya kabarkan, bahwa sebentar lagi Jepara akan memiliki bangunan yang sangat prestisius dan megah. Ya, itu adalah monumen, tapi bukan sembarang monumen.

Bangunan ini adalah sebuah monumen yang akan menjadi salah satu ikon baru bagi Kota Jepara, namanya adalah Monumen “Tiga Putri Jepara”.

Untuk lokasi pendiriannya berada di salah satu daerah yang dikenal sebagai pusat durian di Jepara, yaitu Desa Ngabul Kecamatan Tahunan, berjarak 7 km sebelah tenggara dari pusat kota. Nantinya, bangunan sakral ini ditempatkan di tengah-tengah bundaran Ngabul.

Dimana bangunan yang berada di bundaran Ngabul yang sudah ada seperti taman air mancur, tugu adipura, dan taman bermainnya akan dibongkar dan diganti dengan monumen baru ini. Supaya lebih jelas, silahkan gambar diatas dilihat lagi.

Kenapa harus dijadikan monumen?

Ceritanya begini, bangunan yang saat ini ada di bundaran Ngabul itu sudah lama tidak terawat dengan baik, banyak yang rusak, tidak sesuai bentuknya, modelnya juga sudah tidak bagus. Selain itu, tata letak dipandang kurang rapi dan tidak begitu menarik perhatian para wisatawan.

Apalagi dikabarkan jika ada orang-orang luar kota yang akan berkunjung ke pusat kota Jepara, mereka kerap kali kebingungan disini, tidak tahu harus mengambil arah yang mana.

Jadi, setelah dilakukan perombakan besar-besaran, diharapkan nanti kawasan bundaran Ngabul ini tidak akan membingungkan bagi para wisatawan untuk menuju arah mana. Bangunan baru ini juga akan menjadikan kesan tersendiri ketika pengunjung melihatnya dan tentunya menjadi daya tarik wisatawan yang menguntungkan.

Kemudian, kenapa harus tentang pahlawan wanita Jepara? Kenapa bukan tentang seni ukirnya itu, atau tentang Persijap misalnya?

Jawabannya yang pasti itu seperti ini. Jepara dari dahulu memiliki sejarah yang sangat kuat dengan wanita-wanitanya yang sangat luar biasa. Karena kehebatannya ini, mereka sangat disegani oleh masyarakat, pemimpin, hingga orang asing. Kehebatannya adalah mampu menjadikan Jepara berwujud kawasan penting yang sangat besar perannya untuk pembangunan bangsa pada saat itu.

3 sosok Pahlawan Wanita Jepara

Lalu, siapa saja para pahlawan yang dimaksud itu? Inilah 3 sosok Pahlawan Wanita di Jepara yang akan diabadikan dalam monumen tersebut:

Ratu Shima

(Untuk patung Ratu Shima menghadap kearah Kecamatan Keling)

Kehebatan Ratu Shima adalah mampu menjadi pemimpin yang adil, tegas, dan melindungi rakyatnya. Tidak heran, pada masa pemerintahan beliau Jepara menjadi pusat perdagangan yang paling sibuk di kawasan utara di Pulau Jawa.

Hal itu terbukti dengan kondisi perekonomian yang maju pesat sehingga menjadikan kerajaan Ratu Shima berkembang cepat hingga mampu mengirim puluhan ribu prajurit untuk berperang melawan penjajah ke wilayah Malaka dan Ternate. Baca Selengkapnya mengenai Sejarah Ratu Shima.

Ratu Kalinyamat

(Ratu Kalinyamat menghadap kearah Desa Mantingan Kecamatan Tahunan)

Beliau adalah ratu yang sangat mencintai rakyatnya. Pada masa pemerintahannya, wilayah yang sebelum memiliki nama Jepara ini pernah menjadi kawasan yang paling maju pada masa sebelum dan ketika kerajaan Mataram baru berdiri.

Pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat inilah nama Jepara tercipta dengan slogan “Trus Karya Tataning Bumi” yang artinya adalah terus berkarya untuk membangun negeri. Baca selengkapnya mengenai Sejarah Ratu Kalinyamat

R.A. Kartini

(Serta patung Kartini menghadap kearah Kecamatan Mayong)

Pahlawan wanita yang terakhir adalah Raden Ajeng Kartini, merupakan wanita pelopor kemajuan bagi perempuan Indonesia ini berjuang melalui karya-karya tulisnya yang mampu membuat setiap orang memahami apa arti pentingnya penghormatan kepada kaum wanita.

Atas pemikiran beliaulah, setiap wanita bisa lebih berkarya, tidak bisa dipandang remeh, wanita bukan manusia lemah. Karena semangat inilah, R.A. Kartini menjadi pelopor pergerakan wanita Indonesia dalam mensejajarkan posisi wanita dengan pria. Baca juga mengenai Sejarah R.A. Kartini.

MUI Sempat Haramkan Patung

Sempat Fatwa Haram MUI Diacuhkan Pemkab Jepara dalam membangun Monumen Tugu 3 Putri Jepara ini:

Fatwa Majelas Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jepara yang pernah mengharamkan pembangunan patung dengan bentuk manusia utuh diacuhkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara. Pasalnya, rencana pembangunan Monumen Tiga Putri  Jepara mulai dibangun.

Fatwa haramnya pembangunan patung tubuh manusia secara utuh sempat disampaikan Ketua MUI Jepara DR. KH. Mashudi, M.Ag. tahun 2014 lalu, saat Pemkab Jepara mewacanakan pembangunan patung tiga tokoh wanita Jepara tersebut. Namun, dengan mulai dibongkarnya bundaran Ngabul, Tahunan, Jepara telah nyata bahwa pembangunan patung sudah dimulai dengan dana sebesar Rp 2,5 miliar lebih.

Dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jepara tahun 2016. Rencananya, proyek yang ditangani oleh PT Maha Karya Utama Abadi tersebut dapat rampung pada awal Desember 2016 mendatang.

Pemkab Jepara beralasan, patung tiga tokoh wanita Jepara ini nantinya akan menjadi salah satu ikon Jepara. Sebab, dengan adanya patung itu akan merubah total tata ruang jalan di Jepara, khususnya di Bundaran Ngabul.

Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan (Ciptaruk) Jepara, Ary Bachtiar, mengatakan bahwa selama ini bundaran Ngabul terlalu boros dalam tampilan dan juga jalan menjadi sempit. Apalagi seiring dengan banyaknya kontainer yang belok ke arah Bawu, bagian bundaran yang digunakan untuk air mancur kerap rusak karena tersenggol oleh kendaraan besar itu. Sebab luasan jalan antara pulau-pulau jalan terlalu sempit.

“Kalau nanti patung tiga tokoh ini sudah jadi, maka luasan jalan akan jauh lebih luas karena pulau-pulau jalan akan dihilangkan semua dan nantinya hanya ada satu lingkaran yakni patung itu. Luas jalan raya nantinya sekitar 15 hingga 25 meter. Sehingga kendaraan besar bisa dengan mudah belok atau memutarkan kendaraan,” terangnya.

Itulah penjelasan singkat mengenai perjuangan-perjuangan para pahlawan wanita Jepara. Jadi, itulah alasan mengapa perlu didirikan monumen tersebut agar jasa-jasa mereka dapat selalu diingat supaya kita bisa menghargainya.

Written by Jepara Update
Kumpulan Informasi Bermanfaat! Profile

One Reply to “Monumen 3 Tokoh Putri Pejuang Jepara”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *